Perjalanan saya mengikuti Duta
HIV AIDS 2018 ini cukup asyik, karena ini merupakan pemilihan duta yang kedua
kalinya saya ikuti setelah Duta Bahasa 2018.
Mengapa saya ingin ikuti
pemilihan Duta HIV AIDS ini? karena sebagai remaja atau pemuda saya peduli
dengan kesehatan , terutama HIV AIDS ini dan semakin maraknya pergaulan bebas
dikalangan remaja dan pemuda membuat hati saya termotivasi untuk mengikuti duta
ini dan saya ingin memberikan edukasi dan mengajakan para remaja dan pemuda
untuk berhenti dengan pergaulan bebas yang dapat menyebabkan seks bebas yang
menimbulkan HIV AIDS.
Apa itu HIV dan AIDS?
Human Immunodeficiency Virus,
atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency
Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga
memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh
Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV
sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.
AIDS adalah kondisi yang
paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain,
seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya
sistem kekebalan tubuh Anda.
Seberapa umumkah HIV dan AIDS?
Menurut laporan dari WHO
(World Health Organization), pada akhir 2014, ada sekitar 37 juta orang yang
hidup dengan HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab terkait AIDS.
Namun, hanya 54% dari penderita yang menyadari bahwa mereka mengidap HIV/AIDS.
Ini karena Anda mungkin saja mengidap HIV tanpa gejala.
Oleh karena itu, saya
memberanikan diri untuk mengikuti ini, walaupun saya kurang edukasi tentang HIV
AIDS tetapi saya ingin belajar lebih giat untuk mendalamai edukasi seputar HIV
AIDS.
Dimulai dengan mengikuti
tes seleksi dan wawancara hari minggu 11 November 2018 di aula Husada
Khatulistiwa II Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat di jalan Ahmad Sood.
sebelumnya saya mempunyai pengalaman yang tidak enak dan memalukan sebelum saya
hadir di aula tersebut, awalnya saya salah lokasi tempat audisi, saya fikir tes
seleksi dan wawancaranya dilaksanakan di kantor dinas kesehatan kota Pontianak,
dan setibanya saya dilokasi saya sempat bertanya dengan orang disekitar untuk
memastikan lokasinya, dan rupanya.. sudah saya duga salah salah alamat!!!, lalu
saya minta tolong sama orang yang saya tanya untuk menuntun saya untuk menuju
lokasi yang benar, dan saya berterima kasih dengan orang itu.
Setibanya di lokasi tujuan,
saya bertemu dengan para peserta yang mengikuti pemilihan tersebut, dan awalnya
membuat saya minder karena saya yakin mereka adalah orang yang hebat dan
berpengalaman. Setelah itu saya mengikuti tes tertulis yang berisi 5 essay, dan
saya harus mengisi soal tersebut selama 15 menit.
Setelah selesai, kami lanjut
melakukan tes wawancara secara berurutan. Perlu waktu yang cukup lama untuk
menunggu antrian saya, dan disaat menunggu saya sempat belajar sedikit dan
merileksasikan diri untuk bisa percaya diri dalam tes wawancara tersebut. Saat
nama dan nomor saya dipanggil, saya memasuki ruangan wawancara dan awalnya
sempat grogi tapi saya harus optimis bisa percaya diri dan jangan lupa berdoa.
| gambar ketika saya mengikuti tes wawancara |
Tapi
Alhamdulillah nya saya dapat menjawab pertanyaan dari juri dengan tenang dan
rileks. dan tanggal 12 nya adalah hari menentukan pengumuman peserta yang lolos
untuk menjadi finalis Duta HIV AIDS 2018 provinsi Kalimantan Barat.
![]() |
| Foto bersama peserta,juri dan panitia duta HIV AIDS 2018 |
![]() |
| Foto bersama peserta,juri dan panitia duta HIV AIDS 2018 |
| foto bersama peserta putra dan juri Duta HIV AIDS 2018 |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar