Selasa, 13 November 2018

Pemilihan Duta HIV AIDS Kalimantan Barat 2018

Perjalanan saya mengikuti Duta HIV AIDS 2018 ini cukup asyik, karena ini merupakan pemilihan duta yang kedua kalinya saya ikuti setelah Duta Bahasa 2018.
Mengapa saya ingin ikuti pemilihan Duta HIV AIDS ini? karena sebagai remaja atau pemuda saya peduli dengan kesehatan , terutama HIV AIDS ini dan semakin maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja dan pemuda membuat hati saya termotivasi untuk mengikuti duta ini dan saya ingin memberikan edukasi dan mengajakan para remaja dan pemuda untuk berhenti dengan pergaulan bebas yang dapat menyebabkan seks bebas yang menimbulkan HIV AIDS.
Apa itu HIV dan AIDS?
Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.
AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.
Seberapa umumkah HIV dan AIDS?
Menurut laporan dari WHO (World Health Organization), pada akhir 2014, ada sekitar 37 juta orang yang hidup dengan HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab terkait AIDS. Namun, hanya 54% dari penderita yang menyadari bahwa mereka mengidap HIV/AIDS. Ini karena Anda mungkin saja mengidap HIV tanpa gejala.
Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk mengikuti ini, walaupun saya kurang edukasi tentang HIV AIDS tetapi saya ingin belajar lebih giat untuk mendalamai edukasi seputar HIV AIDS.
Dimulai dengan  mengikuti tes seleksi dan wawancara hari minggu 11 November 2018 di aula Husada Khatulistiwa II Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Barat di jalan Ahmad Sood. sebelumnya saya mempunyai pengalaman yang tidak enak dan memalukan sebelum saya hadir di aula tersebut, awalnya saya salah lokasi tempat audisi, saya fikir tes seleksi dan wawancaranya dilaksanakan di kantor dinas kesehatan kota Pontianak, dan setibanya saya dilokasi saya sempat bertanya dengan orang disekitar untuk memastikan lokasinya, dan rupanya.. sudah saya duga salah salah alamat!!!, lalu saya minta tolong sama orang yang saya tanya untuk menuntun saya untuk menuju lokasi yang benar, dan saya berterima kasih dengan orang itu.
Setibanya di lokasi tujuan, saya bertemu dengan para peserta yang mengikuti pemilihan tersebut, dan awalnya membuat saya minder karena saya yakin mereka adalah orang yang hebat dan berpengalaman. Setelah itu saya mengikuti tes tertulis yang berisi 5 essay, dan saya harus mengisi soal tersebut selama 15 menit.
Setelah selesai, kami lanjut melakukan tes wawancara secara berurutan. Perlu waktu yang cukup lama untuk menunggu antrian saya, dan disaat menunggu saya sempat belajar sedikit dan merileksasikan diri untuk bisa percaya diri dalam tes wawancara tersebut. Saat  nama dan nomor saya dipanggil, saya memasuki ruangan wawancara dan awalnya sempat grogi tapi saya harus optimis bisa percaya diri dan jangan lupa berdoa.


gambar ketika saya mengikuti tes wawancara

Tapi Alhamdulillah nya saya dapat menjawab pertanyaan dari juri dengan tenang dan rileks. dan tanggal 12 nya adalah hari menentukan pengumuman peserta yang lolos untuk menjadi finalis Duta HIV AIDS 2018 provinsi Kalimantan Barat.
Foto bersama peserta,juri dan panitia duta HIV AIDS 2018
Foto bersama peserta,juri dan panitia duta HIV AIDS 2018

foto bersama peserta putra dan juri Duta HIV AIDS 2018
Tanggal 13 November 2018, pengumuman finalis diumumkan, dan Alhamdulillah saya lolos pada tahap seleksi dan wawancara tersebut, itu berarti saya sebagai finalis yang mewakili kabupaten saya, yaitu kabupaten Landak.



(tunggu cerita selanjutnya......)

Pengalaman saya mengikuti lomba vokal solo putra di Festival Binua Landak (FBL) 2018






Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak kembali menggelar Festival Binua Landak 2018 mulai Jumat 5 Oktober 2018. Berbagai perlombaan dan pertunjukan seni akan dihelat di Rumah Radakng Aya’, Komplek Stadion Patih Gumantar Ngabang.
Festival Binua Landak, merupakan ajang untuk menyalurkan potensi dan keterampilan masyarakat kabupaten Landak di bidang seni, kerajinan, kuliner dan fashion. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak, Yosef, menerangkan kegiatan tahunan itu tak lepas dari masalah budaya. 
Dalam festival tersebut juga akan digelar beberapa lomba. Perlombaannya antara lain Lomba tari daerah, lomba vokal solo lagu daerah, lomba tato, lomba fashion show busana daerah dan lomba olahraga tradisional nyumpit. Lomba-lomba tersebut akan diikuti oleh peserta yang berasal dari dalam dan luar Landak.
Tujuannya tentu untuk mempromosikan budaya dan wisata Landak, kemudian dalam rangka pelestarian budaya, jadi ajang menyalurkan potensi dan keterampilan masyarakat kabupaten Landak di bidang seni, kerajinan, kuliner dan fashion. Lomba tari daerah, solo lagu daerah, lomba tattoo, fashion show, busana daerah dan lomba olahraga tradisional menyumpit.
Sebenarnya ini merupakan ajang yang kedua kali saya ikuti. sebelumnya saya pernah mengikuti festival ini tahun 2015 pada kategori vokal solo putra kategori lagu melayu, dan Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan juara 1 pada kategori tersebut.
kalau untuk tahun 2018 ini, kategorinya berbeda dengan sebelumnya, jadi lagu-lagu yang dilombakan tersebut dijadikan satu seperti lagu melayu dan dayak, dan saya harus bisa menyanyikan kedua genre tersebut untuk mengikuti festival ini.
Perbedaan untuk mengikuti festival ini tahun 2015 dan 2018 adalah ketika tahun 2015 saya masih tinggal di kota Ngabang, kabupaten Landak dan saya baru saja lulus dari SMA, sedangkan 2018 saya sudah menginjak di bangku kuliah dan tinggal di Pontianak dan itu merupakan perjuangan yang luar biasa yang saya alami.
Bayangkan saja, saat ini saya sedang kuliah dan bekerja, pastinya itu menganggu aktivitas dan kegiatan saya sehari-hari, terpaksa saya harus izin kuliah dan bekerja untuk mengikuti itu selama 3 hari.
Pada pagi hari itu saya bersiap-siap pulang ke Ngabang menggunakan motor pribadi , jarak dari Pontianak ke Ngabang sekitar 4-5 jam. Setelah nyampai di ngabang, sorenya saya harus datang untuk mengikuti Technical Meeting.
Sempat minder dan syok, karena di tahun ini pesertanya meningkat dan banyak sekali, dalam hati saya bertanya diri sendiri "Aku bisa gak ya menang? Sumpah ini minder dan pesimis!" tetapi saya tidak boleh pantang menyerah dan harus semangat, karena saya sudah jauh-jauh dari Pontianak dan rela izin kerja dan kuliah demi mengikuti festival ini. Setelah mengikuti technical meeting dan mengambil nada saya pulang. setibanya dirumah saya  langsung latihan sekuat tenaga untuk mengikuti babak penyisihan besok
Perlu diketahui, untuk peserta pria saja yang ikut sebanyak 40 orang, dan untuk babak final hanya diambil 8 orang. wow... makin shock  !!!
Keesokan paginya saya  mengikuti babak penyisihan, dimulai dari pagi hari sampai sore.. saya mendapatkan urutan yang  cukup terakhir jadi tampilnya itu sore, dan itu capek sekali menunggunya.
Saat nomor undian saya dipanggil, saya menaiki panggung dan menampilkan yang terbaik, dan saya berharap dapat menampilkan sesuai dengan ekspetasi saya.
Tiba saatnya pengumuman, dan Alhamdulillah saya masuk di nominasi babak final (8 besar) dan saya sangat bersyukur itu, tidak menyangka saya bisa masu di babak final tersebut.
Keesokan malamnya saya tampil lagi untuk menentukan juaranya. dan malam itu juga semakin dekat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya. Saya harus optimis harus menampilkan yang terbaik dan membawa piala dirumah.
pada Saat nomor Undian saya dipanggil, saya maju kedepan panggung dan selalu berdoa dan memohon restu sama Allah Swt. dan orang tua saya supaya saya bisa menampilkan yang terbaik dan pastinya membanggakan orang tua saya, keluarga saya, teman saya, dll
ketika saya sudah selesai menyanyi, perlu beberapa waktu untuk juri berunding menentukan pemenangnya.
Saat juri sudah menentukan pengumuman dan pemenangnya, tiba saatnya hal yang mendebarkan, dan Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang lagi di Festival itu dan meraih juara 1 lagi. jujur pada saat itu saya sedikit terharu bisa meraih juara 1 lagi, dan ini semua berkat perjuangan saya dan proses usaha saya yang tidak sia-sia.
Terima kasih ya Allah engkau telah mengabulkan permintaan doaku dan merestui semua keinginanku.




Rotikap "urang kame" kue tradisional khas kota Ngabang, kabupaten Landak

KUE ROTIKAP URANG KAME' (ORANG KAMI)




Rotikap, begitulah namanya. Kue ini merupakan kue asli Melayu Kabupaten Landak yang dibuat dengan bahan utamanya buah kelapa yang diambil santannya. Disebut juga sebagai kue yang paling popular, karena rasa khasnya yang manis dan harum, serta paling digemari terutama saat menjelang hari raya.

Sebagai putra daerah asli Ngabang saya sangat suka sekali dengan kue tradisioal ini disaat hari raya saya tidak pernah absen.rasa khas tersebut membuat saya rindu dengan kue ini. Berbeda dengan rotikap di daerah lain, kue ini memiliki tekstur yang lembut dan legit.

Bahan Utama dari kue tersebut ialah air lala' , yaitu air kelapa yang dimasak higga berjam-jam hingga air kelapa tersebut menyusut dan mengental.

Kemudian dimasukkan gula pasir, tepung terigu, telur dan tepung susu (bisa digunakan susu bubuk). aduk adonan hingga menjadi satu.

Sebagai pecinta kue rotikap, terbangun ide kreatif saya untuk mengembangkan kue ini, yaitu varian warna dan rasa, karena masih banyak penjual yang hanya menjual kue dengan rasa yang original (asli).

suatu saat nanti saya akan menjadi wirausahawan kue rotikap yang menjual varian warna dan rasa yang akan menambah nikmat dari kue tersebut.